setiap celah bilik otakku hanya ada kamu
setiap nama yg kukenal hanya kamu yang ku hapal mati
setiap kali kamu tak lagi mengerti aku, aku tetap yakin
karena itu, mengertilah cinta
aku tak serumit cinta
dan cinta tak serumit kamu
begitu juga kamu tak serumit aku
jadi mengertilah, antara aku, cinta dan kamu
it means, aku cinta kamu!
buna. Jul 07. saat kusadar aku mencintainya.
Tuesday, July 15, 2008
Saturday, May 31, 2008
Sang Pemimpi Kecil
aku menatapmu namun tidak berani dalam kutatap
karena takut kau mengetahui arti tatapan itu
aku tersenyum denganmu namun tidak berani aku tertawa
karena takut kau merasakan kegilaanku
aku memelukmu ragamu namun tidak hatimu
aku mencium bibirmu namun tidak jiwamu
kamu milik siapa? milikku kah?
BUKAN BODOH!!
aku merasakan hangatnya genggaman tanganmu
namun kurasa tidak sepenuhnya untukku kehangatan itu
aku bercanda riang penuh tawa diatas riuhnya perasaanku
yang selalu bertanya-tanya kamu milik siapa? milikku kah?
BUKAN BODOH!!
ya, mungkin aku memang memilikinmu
namun tidak sepenuh-penuhnya hatimu
mungkin juga kamu memang milikku
sepenuhnya tidak juga kepunyaanku
sekali lagi pertanyaan bodohku keluar
KAMU MILIK SIAPA? MILIKKU KAH?
dan jawaban yang terpampang jelas dalam realita pun tetap sama
BUKAN BODOH!!!!
tapi sang pemimpi kecil ini tetap tersenyum
tersenyum pada sang bintang malam
yang selalu menemaninya disaat yang aku miliki namun bukan milikku tidak disampingku
sang pemimpi kecil ini tetap punya sebongkah harapan
yang membuatnya bertahan disaat yang aku miliki namun bukan milikku terus berusaha memusnahkan harapan itu
tapi aku yakin kamu tahu
aku selalu ada untukmu
disaat yg lain pergi meninggalkanmu, aku ada untukmu
disaat kamupun dgn yg lain, aku ada untukmu
sang pemimpi kecil ini masih berharap akan datangnya sang ajaib...
sampai kapankah sang pemimpi kecil ini harus terus bermimpi?
haruskah sang pemimpi kecil ini hanya bermimpi saja
disetiap siangnya dan malamnya
akankah sang pemimpi kecil ini menemukan keajaiban
ditengah ribuan bintang malam yang selalu ia sapa?
LIHAT!! ada bintang jatuh, selalu ada harapan di setiap bintang yg ku sapa..
dan bintang pun jatuh pertanda mengiyakan harapanku... itu keajaiban.
-sang pemimpi kecil dan keajaiban-
karena takut kau mengetahui arti tatapan itu
aku tersenyum denganmu namun tidak berani aku tertawa
karena takut kau merasakan kegilaanku
aku memelukmu ragamu namun tidak hatimu
aku mencium bibirmu namun tidak jiwamu
kamu milik siapa? milikku kah?
BUKAN BODOH!!
aku merasakan hangatnya genggaman tanganmu
namun kurasa tidak sepenuhnya untukku kehangatan itu
aku bercanda riang penuh tawa diatas riuhnya perasaanku
yang selalu bertanya-tanya kamu milik siapa? milikku kah?
BUKAN BODOH!!
ya, mungkin aku memang memilikinmu
namun tidak sepenuh-penuhnya hatimu
mungkin juga kamu memang milikku
sepenuhnya tidak juga kepunyaanku
sekali lagi pertanyaan bodohku keluar
KAMU MILIK SIAPA? MILIKKU KAH?
dan jawaban yang terpampang jelas dalam realita pun tetap sama
BUKAN BODOH!!!!
tapi sang pemimpi kecil ini tetap tersenyum
tersenyum pada sang bintang malam
yang selalu menemaninya disaat yang aku miliki namun bukan milikku tidak disampingku
sang pemimpi kecil ini tetap punya sebongkah harapan
yang membuatnya bertahan disaat yang aku miliki namun bukan milikku terus berusaha memusnahkan harapan itu
tapi aku yakin kamu tahu
aku selalu ada untukmu
disaat yg lain pergi meninggalkanmu, aku ada untukmu
disaat kamupun dgn yg lain, aku ada untukmu
sang pemimpi kecil ini masih berharap akan datangnya sang ajaib...
sampai kapankah sang pemimpi kecil ini harus terus bermimpi?
haruskah sang pemimpi kecil ini hanya bermimpi saja
disetiap siangnya dan malamnya
akankah sang pemimpi kecil ini menemukan keajaiban
ditengah ribuan bintang malam yang selalu ia sapa?
LIHAT!! ada bintang jatuh, selalu ada harapan di setiap bintang yg ku sapa..
dan bintang pun jatuh pertanda mengiyakan harapanku... itu keajaiban.
-sang pemimpi kecil dan keajaiban-
Wednesday, April 30, 2008
Dia
Dia datang lagi, kembali lagi, hadir lagi
Entah sudah berapa kali kumencoba tak hiraukan dia
Tapi dia datang dengan berjuta indah yang tak mampu kutepis
Entah sudah berapa banyak waktu kuhabiskan tuk melupakannya
Namun sia-sia aku, karena aku tak sanggup mengelak
Dia terlihat lagi dimata ini
Dia terasa lagi menyentuh hati ini
Dia yang dulu pernah aku sayang
Dia yang dulu pernah aku benci
Dia yang kini masih aku sayang dan masih aku benci hadir lagi
Mengisi setiap rongga pikiranku
Merasuk kedalam setiap celah jiwa ini
Lalu aku hanya bisa mengukir tersenyum dan berbisik padanya
"SELAMAT DATANG KEMBALI"
Entah sudah berapa kali kumencoba tak hiraukan dia
Tapi dia datang dengan berjuta indah yang tak mampu kutepis
Entah sudah berapa banyak waktu kuhabiskan tuk melupakannya
Namun sia-sia aku, karena aku tak sanggup mengelak
Dia terlihat lagi dimata ini
Dia terasa lagi menyentuh hati ini
Dia yang dulu pernah aku sayang
Dia yang dulu pernah aku benci
Dia yang kini masih aku sayang dan masih aku benci hadir lagi
Mengisi setiap rongga pikiranku
Merasuk kedalam setiap celah jiwa ini
Lalu aku hanya bisa mengukir tersenyum dan berbisik padanya
"SELAMAT DATANG KEMBALI"
Friday, April 18, 2008
SEJUTA TETES RINDU
Deras tumpahnya hujan siang itu
Membanjiri belahan dunia Jakarta
Meluap setiap cekungan bumi karena tak cukup membendung
Derasnya sang air yang tercurah
Karena tangisan langit siang itu
Tapi apa kamu tau sayang
Di "sini" pun menetes sejuta rindu untukmu
Yang mungkin suatu saat akan meluap
Oh tidak! sepertinya sudah meluap!
YA! karena toren di hatiku sudah penuh terisi
Terisi sejuta tetes rindu bahkan lebih untukmu
Kemarin, hari ini bahkan di setiap detik waktu
Yang tak kulalui tanpamu, aku selalu rindu
Akan setiap tetes kesejukan pagi yang ada padamu
Aku rindu, akan hangatnya sang mentari dari pelukmu
Aku rindu, akan lembutnya sehelai sutera dalam setiap belaimu
Lebih dari semuanya itu
Aku rindu,
KAMU dan sebenar-benarnya dirimu.
Buna 18.04.08 04:07p.m (lagi kangeeeen.. T__T)
Membanjiri belahan dunia Jakarta
Meluap setiap cekungan bumi karena tak cukup membendung
Derasnya sang air yang tercurah
Karena tangisan langit siang itu
Tapi apa kamu tau sayang
Di "sini" pun menetes sejuta rindu untukmu
Yang mungkin suatu saat akan meluap
Oh tidak! sepertinya sudah meluap!
YA! karena toren di hatiku sudah penuh terisi
Terisi sejuta tetes rindu bahkan lebih untukmu
Kemarin, hari ini bahkan di setiap detik waktu
Yang tak kulalui tanpamu, aku selalu rindu
Akan setiap tetes kesejukan pagi yang ada padamu
Aku rindu, akan hangatnya sang mentari dari pelukmu
Aku rindu, akan lembutnya sehelai sutera dalam setiap belaimu
Lebih dari semuanya itu
Aku rindu,
KAMU dan sebenar-benarnya dirimu.
Buna 18.04.08 04:07p.m (lagi kangeeeen.. T__T)
Wednesday, April 16, 2008
DIA DATANG
Kali ini aku kalah
Raga tak menerima lagi kuatku
Ia yang lama tak mengahmpiriku kini menyerang
Ke setiap celah sel darahku
Lelah, sangat lelah kurasa
Adakah tempat bersandar untukku
Adakah tempatku menyandarkan kepalaku sejenak
Waktu terasa begitu lambat berjalan
Saat ia yang lama tak menghampiriku kembali datang
Semua terasa pahit
Saat ia yang lama tak menghampiriku berdiam di sela tenggorokanku
CUKUP! Jangan lagi datang!
Aku tak pernah mengharapkanmu!
Aku tak rela kau berdiam dalam raga ini!
Biarkan aku sekuat saat tak ada hadirmu
Biarkan aku tertawa saat kamu tak datang
Jangan pernah lagi datang!
Ah tapi percuma, bagaimanapun aku hanya manusia kecil biasa
Yang tak mampu elakkan kedatanganmu
Yang hanya bisa mencegah sebisa mungkin sebelum kedatanganmu
dan berusaha membuatmu tak bertahan lama berdiam disini saat kau datang
Sekarang aku mohon dengan sangat dan dengan segenap ragaku
Pergi dari aku sekarang!
Buna 16.04.08 10:41a.m (buna sakiiiid T.T)
Raga tak menerima lagi kuatku
Ia yang lama tak mengahmpiriku kini menyerang
Ke setiap celah sel darahku
Lelah, sangat lelah kurasa
Adakah tempat bersandar untukku
Adakah tempatku menyandarkan kepalaku sejenak
Waktu terasa begitu lambat berjalan
Saat ia yang lama tak menghampiriku kembali datang
Semua terasa pahit
Saat ia yang lama tak menghampiriku berdiam di sela tenggorokanku
CUKUP! Jangan lagi datang!
Aku tak pernah mengharapkanmu!
Aku tak rela kau berdiam dalam raga ini!
Biarkan aku sekuat saat tak ada hadirmu
Biarkan aku tertawa saat kamu tak datang
Jangan pernah lagi datang!
Ah tapi percuma, bagaimanapun aku hanya manusia kecil biasa
Yang tak mampu elakkan kedatanganmu
Yang hanya bisa mencegah sebisa mungkin sebelum kedatanganmu
dan berusaha membuatmu tak bertahan lama berdiam disini saat kau datang
Sekarang aku mohon dengan sangat dan dengan segenap ragaku
Pergi dari aku sekarang!
Buna 16.04.08 10:41a.m (buna sakiiiid T.T)
Tuesday, April 15, 2008
INDAHMU TAK TERGANTI
Langkahku terhenti kala ingatanku jatuh padamu
Tawaku terdiam kala ku bayangkan indah senyummu
Tangisku berubah menjadi senyuman saat kuingat tatapmu
Indah sesaat semuanya ketika ada kamu dalam setiap celah pikiranku
Tapi,
Semua hanya tinggal dalam ingatanku
Tak lagi dapat kuraih nyata itu
Senyum itu, tatapan mata itu, ceria itu
Hanya ada saat waktuku dulu, saat bersamamu
Saat indahku, ceriaku, tawaku
Semua kembali kedalam putaran waktu itu
Semua teringat kedalam satu masa itu
Waktu dan masa itu, saat bersamamu
Akankah?
Mungkinkah?
Bisakah?
Saat bersamamu terulang lagi di masa ini
Waktu itu kembali lagi di hidupku
Atau, hanya sekedar anganku?
Karena, indahmu tak terganti
Sampai detik ini
Buna 10.04.08 10:38a.m
Tawaku terdiam kala ku bayangkan indah senyummu
Tangisku berubah menjadi senyuman saat kuingat tatapmu
Indah sesaat semuanya ketika ada kamu dalam setiap celah pikiranku
Tapi,
Semua hanya tinggal dalam ingatanku
Tak lagi dapat kuraih nyata itu
Senyum itu, tatapan mata itu, ceria itu
Hanya ada saat waktuku dulu, saat bersamamu
Saat indahku, ceriaku, tawaku
Semua kembali kedalam putaran waktu itu
Semua teringat kedalam satu masa itu
Waktu dan masa itu, saat bersamamu
Akankah?
Mungkinkah?
Bisakah?
Saat bersamamu terulang lagi di masa ini
Waktu itu kembali lagi di hidupku
Atau, hanya sekedar anganku?
Karena, indahmu tak terganti
Sampai detik ini
Buna 10.04.08 10:38a.m
Friday, April 11, 2008
Lagi... dan Lagi
Menangis,
Ya aku, seorang aku menangis
Dan itu karena dan selalu karena KAMU
Tak bosannya airmataku tumpah dan meluap
Karena satu saja, kamu!
Sekali lagi aku menangis hari ini
Dan lagi lagi karenamu
Huh! Entah mengapa tak jera aku
Tak lelah aku berharap
Tak jenuh aku menanti
Sebuah keajaiban yang datang menghampiri
Berharap keajaiban itu membuat kamu kembali
Berharap tak lagi tangisku meluap karenamu
Lagi aku menangis, LAGI
Hujan badaipun tak lagi mampu membendung tangisku
Airmataku sederas hujan itu bahkan lebih
Lebih deras mengalir saat kutahu
Kamu tak lagi disisiku
Lebih meluap airmata ini saat kusadar
Tak ada lagi kamu disampingku
Lebih terasa sakitnya saat kutahu
Lagi lagi kamu sudah tak bersamaku
Lagi dan lagi, aku ingin kamu.
Buna 10.04.08 11:14a.m
Ya aku, seorang aku menangis
Dan itu karena dan selalu karena KAMU
Tak bosannya airmataku tumpah dan meluap
Karena satu saja, kamu!
Sekali lagi aku menangis hari ini
Dan lagi lagi karenamu
Huh! Entah mengapa tak jera aku
Tak lelah aku berharap
Tak jenuh aku menanti
Sebuah keajaiban yang datang menghampiri
Berharap keajaiban itu membuat kamu kembali
Berharap tak lagi tangisku meluap karenamu
Lagi aku menangis, LAGI
Hujan badaipun tak lagi mampu membendung tangisku
Airmataku sederas hujan itu bahkan lebih
Lebih deras mengalir saat kutahu
Kamu tak lagi disisiku
Lebih meluap airmata ini saat kusadar
Tak ada lagi kamu disampingku
Lebih terasa sakitnya saat kutahu
Lagi lagi kamu sudah tak bersamaku
Lagi dan lagi, aku ingin kamu.
Buna 10.04.08 11:14a.m
Subscribe to:
Posts (Atom)


